Jepang Berhasil Keluar dari Resesi Ekonomi 30 Tahun, tapi Aset Kripto Bisa Kena Dampaknya
Ekonomi Jepang akhirnya tumbuh lagi setelah 30 tahun yang hilang, ujar ahli strategi JPMorgan Asset Management, David Lebovitz. Jepang benar-benar telah keluar dari era Lost Decades, dan bisa jadi aset kripto yang harus membayar akibatnya. Lost Decades merupakan masa keterpurukan ekonomi Jepang setelah gelembung tahun 1990 pecah, saat harga-harga turun dan suku bunga tetap mendekati nol. Uang murah itu diam-diam membiayai taruhan berisiko di seluruh dunia, termasuk aset kripto. Grafik waktu suku bunga kebijakan BOJ dari 1990 sampai 2026 dibandingkan dengan USD/JPY | Sumber: BeInCrypto Disponsori Disponsori Lost Decades Jepang Membuat Yen Jadi Uang Termurah di Dunia Keterpurukan Jepang memberi dampak global. Bank of Japan (BOJ) menahan suku bunga hampir nol sejak tahun 1999. Bahkan, BOJ menurunkan suku bunga ke angka negatif pada 2016 dan bertahan sampai 2024. Hal ini membuat yen jadi uang termurah di dunia. Investor meminjam yen hampir tanpa biaya dan membeli aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, dari obligasi AS sampai saham teknologi. Trader menyebut strategi ini sebagai yen carry trade. Aset kripto juga berkembang pesat di era uang murah ini. Begitu juga dengan aset berisiko lainnya. Perjalanan Pertumbuhan Kripto Sekarang, pemulihan ekonomi Jepang mulai menutup keran uang. Disponsori Disponsori Pemulihan Tentu Ada Harganya Kabar baik ini memang nyata. Global strategist JPMorgan Asset Management, David Lebovitz, menyampaikan hal ini