Jepang Berhasil Keluar dari Resesi Ekonomi 30 Tahun, tapi Aset Kripto Bisa Kena Dampaknya

Ikhtisar:Menurut David Lebovitz dari JPMorgan Asset Management, ekonomi Jepang akhirnya tumbuh lagi setelah era Lost Decades; pertumbuhan nominal pertama dalam puluhan tahun memicu inflasi dan menghancurkan yen, sekaligus menutup era uang murah yang membiayai carry trade dan aset kripto. Bank of Japan mulai menaikkan suku bunga, didorong tekanan dari AS dan pemilih. Dampaknya pernah terasa pada Juli 2024, ketika kenaikan suku bunga mendadak membuat Bitcoin jatuh sekitar 25%. Kini suku bunga Jepang berada di tertinggi sejak 1995, perusahaan asuransi besar mencatat kerugian obligasi hingga US$96 miliar, dan Bitcoin bertahan di sekitar US$64.700 sambil menunggu keputusan BOJ pada September hingga Oktober. Namun, Arthur Hayes berpendapat intervensi yen yang didukung The Fed bisa menambah likuiditas dan justru memicu reli Bitcoin. Biaya mempertahankan pemulihan Jepang masih menjadi tanda tanya besar bagi pasar kripto.

Ekonomi Jepang akhirnya tumbuh lagi setelah 30 tahun yang hilang, ujar ahli strategi JPMorgan Asset Management, David Lebovitz. Jepang benar-benar telah keluar dari era Lost Decades, dan bisa jadi aset kripto yang harus membayar akibatnya.

Lost Decades merupakan masa keterpurukan ekonomi Jepang setelah gelembung tahun 1990 pecah, saat harga-harga turun dan suku bunga tetap mendekati nol. Uang murah itu diam-diam membiayai taruhan berisiko di seluruh dunia, termasuk aset kripto.

Grafik waktu suku bunga kebijakan BOJ dari 1990 sampai 2026 dibandingkan dengan USD/JPY | Sumber: BeInCrypto

Disponsori

Disponsori

Lost Decades Jepang Membuat Yen Jadi Uang Termurah di Dunia

Keterpurukan Jepang memberi dampak global. Bank of Japan (BOJ) menahan suku bunga hampir nol sejak tahun 1999. Bahkan, BOJ menurunkan suku bunga ke angka negatif pada 2016 dan bertahan sampai 2024.

Hal ini membuat yen jadi uang termurah di dunia. Investor meminjam yen hampir tanpa biaya dan membeli aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, dari obligasi AS sampai saham teknologi. Trader menyebut strategi ini sebagai yen carry trade.

Aset kripto juga berkembang pesat di era uang murah ini. Begitu juga dengan aset berisiko lainnya.

Perjalanan Pertumbuhan Kripto

Sekarang, pemulihan ekonomi Jepang mulai menutup keran uang.

Disponsori

Disponsori

Pemulihan Tentu Ada Harganya

Kabar baik ini memang nyata. Global strategist JPMorgan Asset Management, David Lebovitz, menyampaikan hal ini dalam wawancara televisi. Ia memaparkan Jepang mencatat pertumbuhan nominal alias pertumbuhan riil dalam bentuk uang, untuk pertama kalinya sejak puluhan tahun lalu.

Langganan channel YouTube kami untuk menyimak pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli

“Ekonomi Jepang sedang menghasilkan pertumbuhan nominal untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade,” terang .

Tapi, pertumbuhan juga memicu inflasi, dan inflasi menghancurkan yen. Mata uang ini mencatat titik terendah dalam 40 tahun, mendekati 164 per dolar AS pada bulan Juli. Dalam nilai riil, yen menjadi yang termurah sejak 1960-an, papar Council on Foreign Relations .

Jepang dan AS menggelontorkan US$88 miliar untuk menopang nilai yen. Namun, bantuan ini hanya bertahan dua minggu sebelum intervensi gagal. Kini, dolar AS kembali berada di kisaran 159,50 yen.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan solusi sebenarnya adalah menaikkan suku bunga di Jepang. Pasar juga setuju dan memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga lagi pada Oktober, menjadi kenaikan ketiga Jepang dalam 12 bulan terakhir.

Pemilih Jepang juga mendorong ke arah yang sama. Akun analis Bull Theory menunjukkan bahwa 71% tidak setuju dengan cara Perdana Menteri Sanae Takaichi mengelola biaya hidup masyarakat.

THE US IS PUSHING JAPAN TOWARD A DECISION THAT COULD BREAK ITS ECONOMY

US and Japan jointly intervened to support the yen, with Japan alone reportedly spending $88 billion.

It temporarily pushed the yen from nearly ¥164 to ¥155 per dollar. But it has already weakened back to…

Suku bunga yang lebih tinggi sudah mulai terasa di dalam negeri. Kini, suku bunga berada di posisi tertinggi sejak 1995, dan perusahaan asuransi terbesar di Jepang mengalami kerugian obligasi hingga US$96 miliar.

Aset Kripto Pernah Mengalami Tekanan Ini Sebelumnya

Sebelumnya, dampaknya benar-benar ganas. Pada Juli 2024, kenaikan suku bunga BOJ yang tiba-tiba menghancurkan carry trade. Bank for International Settlements (BIS) mendokumentasikan guncangan ini dalam sebuah buletin. Bitcoin (BTC) turun sekitar 25% dalam satu minggu hingga mendekati US$49.000. Bursa saham Jepang mencatat hari terburuk sejak tahun 1987.

Performa Harga Bitcoin pada 31 Juli 2026. Sumber: TradingView

Carry trade masih bertahan karena selisih suku bunga masih lebar. Suku bunga AS berada di kisaran 3,50% hingga 3,75%, sedangkan Jepang di 1%. Setiap kenaikan baru membuat yen murah jadi makin mahal.

Saat ini, kondisi pasar cukup tenang. Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.700, hampir tidak berubah dalam 24 jam terakhir menurut data BeInCrypto Markets.

Tidak semua pihak memprediksi situasi buruk. Co-founder BitMEX, Arthur Hayes, berargumen bahwa aksi pertahanan yen yang didukung oleh The Fed bisa menambah likuiditas dan malah memicu reli Bitcoin.

Jepang telah menunggu 30 tahun untuk pemulihan ini. Dunia aset kripto akan segera mengetahui betapa besarnya biaya untuk mempertahankan pemulihan tersebut. Jawaban awalnya akan muncul pada pertemuan Bank of Japan (BOJ) di bulan September dan Oktober.

Disclaimer

Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
Sebelumnya

Solana Hampir Mengalami Penyetopan Jaringan 5% Lagi: Haruskah Para Holder SOL Khawatir?

Selanjutnya

Kalshi menggandeng DoubleZero untuk layanan data berkecepatan tinggi ala Wall Street