Apa Penyebab Stablecoin Kehilangan Pasaknya?
Dalam industri cryptocurrency, stablecoin adalah satu-satunya aset yang mampu mempertahankan harga jangka panjang yang katanya sedikit lebih aman. Banyak stablecoin yang dipatok ke dolar AS, seperti Tether dan USDCoin, tetapi apa yang menyebabkan stablecoin kehilangan pasaknya? Sifat Stablecoin Stablecoin dirancang untuk menjadi stabil. Salah satu masalah terbesar yang dihadapi investor cryptocurrency adalah fluktuasi besar dalam harga aset. Bitcoin, misalnya, telah membagi dua dan menggandakan nilainya dalam waktu beberapa bulan di masa lalu, menyebabkan investor mendapatkan atau kehilangan uang dalam jumlah besar. Tapi bisakah Anda benar-benar membuat cryptocurrency stabil? Nah, secara teori, jika Anda mematoknya pada sesuatu, Anda bisa. Semua stablecoin dipatok pada suatu nilai, seringnya terhadap dolar AS. Artinya, satu token stablecoin sama dengan satu dolar. Stablecoin juga dapat dipatok dengan nilai emas dan aset berharga lainnya dengan rasio 1:1. Misalnya, setiap token Tether Gold (XAUT) dipatok dan didukung oleh satu troy ounce emas. Beberapa stablecoin didukung sepenuhnya oleh aset fisik, yang dikenal sebagai agunan. Tetapi stablecoin dapat kehilangan pasaknya dalam beberapa skenario tertentu. Jadi, mari kita bahas bagaimana hal ini bisa terjadi. 1. Kegagalan Algoritma Algoritmik Stablecoin cukup bagus tetapi juga sangat berisiko. Stablecoin jenis ini tidak didukung oleh aset apapun, tetapi mempertahankan pasaknya melalui algoritme komputer. Contohnya adalah dari kasus dengan Terra Luna (LUNA) dan TerraUSD (UST), crypto biasa dan