3 Saham yang Sudah Menang dalam Persaingan OpenAI vs. Anthropic
OpenAI dan Anthropic mencatat kerugian gabungan lebih dari US$80 miliar tahun lalu. Sementara itu, tiga perusahaan penyedia listrik dan pendingin untuk data center AI justru kebanjiran bisnis. Berbeda dengan raksasa AI, ketiganya memang sudah tercatat di Bursa Saham New York (NYSE). Tiga Saham NYSE Raup Untung dari Boom AI GE Vernova (GEV)menyediakan turbin dan peralatan yang menggerakkan data center AI. Pesanan data center mereka melampaui US$5 miliar di semester pertama 2026, lebih dari dua kali lipat total pesanan di tahun 2025. Quanta Services (PWR)membangun jaringan listrik yang menghubungkan fasilitas tersebut ke grid. Total backlog-nya mencapai rekor US$53,4 miliar, termasuk proyek di luar ranah AI. Vertiv (VRT)menjual sistem yang menjaga server agar tidak overheat. Penjualan kuartalannya melonjak 24% sehingga mereka menaikkan target pendapatan tahunan. Disponsori Disponsori Beberapa analis Wall Street menilai bahwa pemasok-pemasok ini tetap diuntungkan, tak peduli pengembang AI mana yang mendapat lebih banyak pelanggan. Siapa pun Pemenang Persaingan OpenAI-Anthropic, Ketiga Saham Ini Tetap Raup UntungTapi Bagaimana Jika Gelembung AI Pecah? OpenAI mencatat kerugian US$38,5 miliar pada 2025. Anthropic mencatat kerugian hampir US$42 miliar, meski US$34 miliar di antaranya berasal dari pencatatan akuntansi non-tunai. Anthropic juga sudah berkomitmen menggelontorkan US$518 miliar untuk belanja pengembangan komputasi dan infrastruktur di masa depan. Michael Burry, yang terkenal karena memprediksi krisis keuangan 2008, berharap pasar ambruk









