Tether dan Bitfinex Menegaskan Kembali Komitmen terhadap Transparansi di Tengah Permintaan FOIL
Tether dan Bitfinex, dua entitas terkemuka di industri mata uang kripto, telah menegaskan kembali komitmen teguh mereka terhadap transparansi sambil mengatasi kekhawatiran seputar permintaan Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIL) New York baru-baru ini. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menekankan bahwa transparansi tidak sama dengan pengungkapan semua dokumen secara sembarangan, dan hal ini menyoroti pentingnya praktik pengungkapan yang bertanggung jawab. Transparansi sebagai Prinsip Inti Tether dan Bitfinex secara konsisten menjunjung transparansi sebagai prinsip dasar operasi mereka. Komitmen ini terlihat jelas dalam tindakan mereka di masa lalu, seperti keputusan Tether untuk membatalkan penolakan terhadap permintaan FOIL yang diajukan oleh Coindesk awal tahun ini. Namun, perusahaan menekankan bahwa transparansi tidak boleh disalahartikan sebagai pelepasan semua dokumen tanpa batas, sebuah praktik yang menyimpang dari norma standar bisnis. Penurunan daya tarik FOIL di tengah kekhawatiran pelaporan Permintaan NY FOIL baru-baru ini telah menimbulkan kekhawatiran karena perilaku jurnalis tertentu yang terlibat, termasuk Zeke Faux, Shane Shifflett, dan Ada Hui. Tether dan Bitfinex telah mengamati contoh pelaporan yang tidak profesional dan sepihak dari individu-individu ini, serta dari media seperti The Wall Street Journal dan Bloomberg, yang jurnalisnya juga berpartisipasi dalam permintaan FOIL. Terlepas dari kekhawatiran ini, Tether dan Bitfinex telah memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas permintaan FOIL. Keputusan ini berasal dari komitmen teguh mereka